Alamat: Jl. Ringroad Timur Wonocatur Banguntapan Bantul D.I.Yogyakarta Telp/Contac Person : 087850049696, 081327796449, 085640461332.
Jumat, 13 Maret 2015
Jumat, 21 Februari 2014
BEKERJA SAMBIL BERAMAL
Puluhan anak belasan tahun putra maupun putri tanpa sungkan berbaur dengan para tukang. Mereka bergantian mengangkat ember-ember berisi adonan semen. Di dalam kehidupan pondok pesantren, mereka dilatih untuk berkeringat demi berdirinya tempat ibadah atau majlis ilmu dan beramal jariah untuk generasi masa mendatang.
Huda (17), seorang santri asal Bantul, berulang kali mengisi ember-ember besar dengan pasir. Ember kemudian diangkat dan diberikan kepada para tukang untuk dicampur semen dan batu, begitu seterusnya.
imam (18), santri Kelas XII, menenteng ember berisi adonan semen, lalu memberikannya kepada teman-temannya yang sudah menunggu dan berderet hingga lantai tiga. Dalam dua hari ini,target lantai tiga asrama berukuran 14 meter x 20 meter ini harus segera selesai dicor.
Sabtu, 28 Juli 2012
Keistimewaan Bulan Ramadhan
Sunnatullah yang berjalan di alam ini menetapkan bahwa diantara segala sesuatu, ada sesuatu yang diunggulkan karena keistimewaan dan kelebihan yang dimilikinya. Diantara rumah misalnya, ada rumah yang unggul, yaitu Ka'bah sebagai Baitullah 'rumah Allah'.
Di kalangan manusia juga ada manusia yang unggul, yaitu Rasulullah SAW. Diantara air, air zamzam adalah air unggulan. Di antara hari ada hari istimewa, yaitu hari Jumat. Dan, diantara dua belas bulan ada bulan unggulan, dialah bulan Ramadhan.
Rasulullah SAW bersabda, ”Penghulu segala bulan ialah
bulan Ramadhan dan penghulu hari adalah hari Jumat.” (HR. Al-Bazzar).
Nilai-nilai apakah yang menjadikan bulan Ramadhan lebih
unggul dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain? Diceritakan dari sahabat
Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Pada bulan Ramadhan, umatku diberikan lima
perkara yang tidak diberikan kepada seorang nabi pun sebelumnya. Pertama,
bila datang awai malam Ramadhan, Allah azza wa jalla melihat mereka. Dan
barangsiapa dilihat oleh Allah, dia tidak akan mendapatkan azab selamanya. Kedua,
bau mulut mereka di sore hari (saat puasa) lebih harum di sisi Allah daripada
aroma minyak kesturi. Ketiga, para malaikat
memohonkan ampun untuk mereka siang dan malam. Keempat,
Allah azza wa jalla telah menyuruh surga. Dia berfirman kepada surga-Nya itu,
'Bersiap-siap dan berhiaslah untuk hamba-hamba- Ku. Sudah dekat waktunya mereka
(hamba-hamba-Ku) itu berislirahat dari kesusahan dunia menuju rumah dan rahmat
Ku.' Kelima, bila telah tiba akhir malam
(Ramadhan), Alla mengampuni dosa mereka semua. ’ Seorang sahabal
bertanya 'Apakah itu yang dimaksud dengan Lailatul Qadar mala
keagungan)?’Jawab beliau, 'Lain! Tidakkah kamu melihat para pegawai
(buruh). Bukankah jika telah rampung pekerjaannya mereka disempurnakan gajinya
(mendapatkan bonus)." (HR. Baihaqi)
Sabtu, 21 Juli 2012
Manfaat Puasa menurut Kesehatan
Selain bernilai ibadah, ternyata banyak peelitian yang mengungkap khasiat dari berpuasa.
1. Saat berpuasa
ternyata terjadi peningkatan HDL and apoprotein alfa1, dan penurunan LDL
ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa
the penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa ramadan berpengaruh
terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol,
melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut
tampaknya juga berperanan bagi peningkatan kesehatan manusia.
2. Keadaan
psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa
ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah
adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot
empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pebuluh darah koroner,
meningkatkan tekanan darah riterial dan menambah volume darah ke jantung dan
jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak
protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan
resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner,
stroke dan lainnya.
Jumat, 13 Juli 2012
Menyambut Ramadhan
Tidak terasa bulan Sya’ban telah bergulir hampir separuh perjalanan.
Itu artinya waktu semakin mendekati bulan Ramadhan. Sudah maklum bagi
kita semua keistimewaan bulan Ramadhan. Hal ini bisa terasakan pada
kehidupan di sekitar kita.Tidak hanya harga sembako yang secara perlahan
tapi pasti mulai beranjak naik, tetapi juga semangat beribadah semua
orang dari anak-anak hingga nenek-nenekpun semakin bertambah. Bahkan
masjid dan mushalla mulai berbenah diri untuk menyambut, tarawih,
tadarrus dan buka bersama.
Lantas apa semua amalan-amalan yang sebaiknya dilakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan ini?
Pertama, amalan terpenting itu adalah amalan hati, yaitu niat menyambut bulan Ramadhan dengan lapang hati (ikhlas) dan gembira. Karena hal itu dapat menjauhkan diri dari api nereka.
Sebuah hadits yang termaktub dalam Durrotun Nasihin menjelaskan dengan.
Begitu mulianya bulan Ramadhan sehingga untuk menyambutnya saja, Allah telah menggaransi kita selamat dari api neraka. Oleh karena itu wajar jika para ulama salaf terdahulu selalu mengucapkan doa:
Lantas apa semua amalan-amalan yang sebaiknya dilakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan ini?
Pertama, amalan terpenting itu adalah amalan hati, yaitu niat menyambut bulan Ramadhan dengan lapang hati (ikhlas) dan gembira. Karena hal itu dapat menjauhkan diri dari api nereka.
Sebuah hadits yang termaktub dalam Durrotun Nasihin menjelaskan dengan.
مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ
Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka. Begitu mulianya bulan Ramadhan sehingga untuk menyambutnya saja, Allah telah menggaransi kita selamat dari api neraka. Oleh karena itu wajar jika para ulama salaf terdahulu selalu mengucapkan doa:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ
"Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan aku hingga selesai Ramadhan".Rabu, 06 Juni 2012
Sedekah
Semua berawal dari perkataan teman tentang sedekah. Dia bercerita
tentang Ustad Yusuf Mansur yang menganjurkan sedekah untuk mendapatkan
tujuan kita. Dalam kondisinya, dia ingin segera menikahi tambatan
hatinya namun kekurangan biaya. Ia pun mulai bersedekah berdasarkan
jumlah nominal uang yang ia perlukan untuk membuat resepsi pernikahan
nanti.
Karena penasaran dengan Ustad Yusuf Mansur yang telah membuat teman saya sangat terinspirasi itu, saya pun segera mencari informasi tentang Ustad Yusuf Mansur. Ternyata saya menemukan film ‘Kun FayaKuun‘ yang dibuat oleh Ustad Yusuf Mansur. Film ini bercerita tentang kehidupan seorang tukang kaca yang jauh dari mencukupi, namun tukang kaca itu tidak berputus asa dari rahmat Allah dan ia tetap bersedekah meskipun kekurangan.
Film ini sangat menginspirasi saya sehingga malam itu juga saya memutuskan besok pagi saya akan naik bis ke kantor agar bisa membeli banyak barang yang ditawarkan ke saya di dalam bis dengan maksud sedekah. Alhamdulillah, baru saja berniat seperti itu, besok paginya saya diajak meeting mendadak oleh seseorang dan dari pembicaraan kami telah lahir sebuah peluang yang nilainya ratusan kali lipat dari jumlah yang saya niatkan untuk sedekah. Subhanallah, baru niat saja sudah seperti itu! Saya pikir ini kebetulan, tapi waktu mendengarkan testimoni ibu ini di YouTube, saya yakin ini bukan sekedar kebetulan.
Karena penasaran dengan Ustad Yusuf Mansur yang telah membuat teman saya sangat terinspirasi itu, saya pun segera mencari informasi tentang Ustad Yusuf Mansur. Ternyata saya menemukan film ‘Kun FayaKuun‘ yang dibuat oleh Ustad Yusuf Mansur. Film ini bercerita tentang kehidupan seorang tukang kaca yang jauh dari mencukupi, namun tukang kaca itu tidak berputus asa dari rahmat Allah dan ia tetap bersedekah meskipun kekurangan.
Film ini sangat menginspirasi saya sehingga malam itu juga saya memutuskan besok pagi saya akan naik bis ke kantor agar bisa membeli banyak barang yang ditawarkan ke saya di dalam bis dengan maksud sedekah. Alhamdulillah, baru saja berniat seperti itu, besok paginya saya diajak meeting mendadak oleh seseorang dan dari pembicaraan kami telah lahir sebuah peluang yang nilainya ratusan kali lipat dari jumlah yang saya niatkan untuk sedekah. Subhanallah, baru niat saja sudah seperti itu! Saya pikir ini kebetulan, tapi waktu mendengarkan testimoni ibu ini di YouTube, saya yakin ini bukan sekedar kebetulan.
Langganan:
Postingan (Atom)





